SMPN 2 Balong Juara I Penyaji Terbaik Festival Karawitan Pelajar Ponorogo 2026, Sabet Pengendang Terbaik
Ponorogo – Beritaplus.id | Gelaran Festival Karawitan Pelajar 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Ponorogo menjadi momen membanggakan bagi keluarga besar SMPN 2 Balong. Melalui grup karawitan Kulup Budaya Laras, sekolah yang dipimpin Arif Sudarminto, S.Pd., M.Pd. berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara I Penyaji Terbaik sekaligus Juara II Pengendang Terbaik.
Berdasarkan hasil rekapitulasi dewan juri, Kulup Budaya Laras SMPN 2 Balong tampil sebagai Penyaji Terbaik Peringkat I dengan perolehan nilai 1.750 pada nomor penampilan 19. Sementara itu, salah satu talenta terbaiknya juga sukses meraih Peringkat II Pengendang Terbaik dengan nilai 1.234.
Keberhasilan tersebut diraih berkat harmonisasi permainan gamelan yang apik, tabuhan kendang yang penuh penghayatan, kekompakan para pengrawit, serta kualitas olah vokal sinden yang memukau. Perpaduan teknik, musikalitas, dan penghayatan menjadi kekuatan utama penampilan Kulup Budaya Laras hingga mampu memikat perhatian dewan juri.
Piala penghargaan beserta uang pembinaan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Hanuri, usai prosesi penutupan Festival Karawitan Pelajar yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Kamis (6/8/2026).
Kepala SMPN 2 Balong, Arif Sudarminto, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras para siswa serta tim pembina yang telah mengharumkan nama sekolah.
"Prestasi ini tidak diraih secara instan. Semua merupakan hasil dari latihan yang berkesinambungan, kebersamaan, kerja keras, dan keikhlasan seluruh tim. Capaian ini membuktikan bahwa SMPN 2 Balong adalah sekolah yang unggul, berprestasi, berbudaya, dan berkarakter," ujarnya.
Menurut Arif, penghargaan tersebut merupakan buah dari perjuangan panjang dan penampilan terbaik yang berhasil memikat dewan juri.
Ia berharap semangat nguri-uri budaya terus tumbuh di kalangan generasi muda, khususnya para pelajar, agar seni karawitan sebagai warisan budaya adiluhung tetap lestari.
"Siapa lagi kalau bukan kita, generasi muda dan para pelajar, yang akan melestarikan seni karawitan sebagai warisan budaya tak benda bangsa Indonesia," pungkasnya optimistis.(aw)
Editor : Redaksi