Pentingnya Edukasi Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja, Pimpinan Daerah Aisyiyah Ponorogo adakan LIKE-R Inklusi
Ponorogo - beritaplus.id | Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Ponorogo menyelenggarakan kegiatan Like-R untuk disabilitas Layanan Edukasi Kesehatan untuk Remaja Disabilitas yang dihelat di Gedung Dakwah Aisyiyah Rabu (26/8/2026).
Mengusung tema “Our Health, Our Right: Be the Change” atau kesehatan kita, hak kita: jadilah perubahan, kegiatan ini diisi dengan pelayanan edukasi kesehatan reproduksi dan penurunan stunting, layanan kesehatan reproduksi, nutrisi, konseling psikolog, minat bakat dan self love, layanan dan edukasi kesehatan seksual serta reproduksi remaja.
Kepada awak media Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Ponorogo Hj. Titi Listyorini,S.H mengaku senang PDA Ponorogo bisa menyelenggarakan kegiatan layanan edukasi kesehatan remaja LIKE –R untuk disabilitas yang diikuti 60 peserta dari SLBA Aisyiyah, SLB Pertiwi B, SLB Pertiwi C, SMP Muhammamdiyah 2, SMA Muhipo.
“Alhamdulillah kita PDA Ponorogo dipercaya untuk menyelenggarakan program ini menjadi salah satu dari sepuluh pimpinan daerah Aisyiyah di Jawa Timur yang terpilih untuk melaksanakan program ini, dikarenakan Ponorogo mempunyai SLB juga panti asuhan tuna netra ada tuna daksa tuna grahita, Aisyiyah mendapatkan program Inklusi yang merupakan kerjasama antara Pimpinan Pusat Aisyiyah dengan pemerintah Australia,”jelasnya.
Masih menurut Bu Lis-panggilan akrab Titi Listyorini program Inklusi Like-R merupakan Layanan dan Edukasi Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja bertujuan untuk penguatan kaderisasi pelopor edukasi kesehatan seksual dan reproduksi remaja sehingga banyak generasi muda yang sadar akan bahaya seks bebas dan betapa pentingnya edukasi kesehatan seksual dan reproduksi remaja.
Ia menyebut ada beberapa kegiatan pertama kesehatan reproduksi, layanan kerja untuk remaja disabilitas. Khususnya hari ini tentang kesehatan reproduksi remaja di Like-R.
“Karena layanan disini tidak hanya edukasi saja namun juga ada layanan yang lain ada 6 meja yakni 1. Edukasi Kespro layanan edukasi kesehatan reproduksi dan penurunan stunting, 2. Pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan IMT kadar HB dan lingkar lengan atas (Lila), 3. Nutrisi meliputi konseling gizi untuk pemenuhan gizi remaja dan mencegah anemia, 4.
Konseling psikologi meliputi layanan untuk berbagi cerita dan menjawab permasalahan remaja, 5. Minat bakat meliputi layanan untuk mengasah hobi dan ketrampilan minat bakat remaja misal membatik, menari, nyanyi terutama kelas 3 SMA, 6. Self love layanan untuk mengenali dan mencintai diri serta berbagi menjaga kesehatan,”paparnya
Bahkan kata Bu Lis, PDA Ponorogo sudah dua kali menyelenggarakan layanan kerja untuk disabilitas bekerja sama dengan lembaga latihan kerja yang nantinya anak-anak kita arahkan sesuai bakat. Dalam beberapa kali acara justru yang agak menghambat adalah dari keluarga ‘ora tego’ anak-anak bekerja. “Ke depan kita akan mencari yang benar-benar di inginkan anak dan orang tua,”tuturnya.
Pelayanan psikologi, layanan edukasi terkait Kesehatan reproduksi dan penurunan stunting, pemeriksaan IMT, kadar HB, dan lingkar lengan, layanan nutrisi berupa konseling gizi untuk pemenuhan gizi remaja dan mencegah anemia, layanan minat bakat untuk mengasah hobi dan ketrampilan, layanan self love berupa tips and trick untuk menjaga Kesehatan tubuh sebagai bagian dari mencintai diri sendiri.
“Kami ketua PDA Ponorogo Hj. Titi Listyorini,S.H berharap kegiatan Like-R untuk disabilitas Layanan Edukasi Kesehatan untuk Remaja Disabilitas anak-anak bisa lebih tahu dan penambahan wawasan bisa mengatasi permasalahan, melindungi diri sendiri lebih mandiri dan sehat,”pungkasnya.
Mengusung tema "Our Health, Our Right: Be the Change" untuk membangun kepedulian remaja terhadap kesehatan diri dan sesama.
Editor : Redaksi