Tabligh Akbar Muhammadiyah Ponorogo Hadirkan dr. Agus Ali Fauzi, Ajak Jamaah Jaga Kesehatan Fisik dan Mental
Ponorogo, beritaplus.id – Tabligh Akbar yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ponorogo Kota bersama Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Ponorogo Kota dan Masjid Baitul Mukhlisin Ponorogo berlangsung khidmat dan penuh antusiasme jamaah.
Kegiatan yang mengusung tema “Sehat Badannya, Tenang Hatinya, Bahagia Hidupnya” tersebut menghadirkan penceramah nasional, dr. Agus Ali Fauzi, PGD Pall Med (ECU).
Ribuan jamaah yang hadir mengenakan dress code pakaian berwarna putih. Dengan penuh perhatian, mereka mengikuti tausiyah yang disampaikan dr. Agus Ali Fauzi di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan adanya bazar yang diikuti ranting Muhammadiyah maupun masjid serta penampilan musik religi dari siswa SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo.
Panitia juga menyediakan sekitar 2.000 porsi nasi pecel secara gratis bagi jamaah yang hadir.
Dalam tausiyahnya, dr. Agus Ali Fauzi yang dikenal sebagai dokter ahli paliatif menekankan pentingnya menjaga kesehatan tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga psikologis.
Ia menyampaikan bahwa kondisi psikologis seseorang dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan secara keseluruhan. Karena itu, masyarakat perlu mengelola pikiran, mengurangi beban yang tidak perlu, serta membangun pola pikir positif.
“Sakit bukan berasal dari makanan, tapi dari pikiran dan kelelahan. Ubah mindset agar tidak selalu memikirkan keuntungan diri sendiri, tetapi pikirkan apa yang bisa saya berikan kepada keluarga, institusi, dan masyarakat sekitar,” terang Agus.
Menurutnya, hidup sehat tidak cukup hanya dengan menjaga kondisi fisik. Kesehatan psikologis juga harus mendapatkan perhatian. Salah satunya dengan membangun kebiasaan bersyukur dan berbagi kepada sesama.
Agus mengingatkan agar seseorang tidak memikirkan segala sesuatu secara berlebihan karena dapat menjadi beban bagi pikiran.
“Jangan semuanya dipikir, karena otak dan fisik kita tidak akan kuat untuk memikirkan semua hal. Karena ujungnya akan mengarah ke penyakit liver atau sirosis, ini yang sekarang banyak diderita orang. Kenapa? Karena mikir itu energinya lima kali lipat daripada orang yang berolahraga secara fisik,” paparnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur dalam menjalani kehidupan dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak sedekah, zikir, serta ibadah.
Menurut Agus, pola pikir positif menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan dan ketenangan hidup.
Lebih lanjut, ia menjelaskan terdapat lima aspek yang membentuk kehidupan manusia, yakni fisik, psikologis, sosial, kultural, dan spiritual.
“Jika kelima dimensi tersebut terpenuhi maka penyakit akan dapat dihindari dan disembuhkan dengan mudah. Maka dari itu, menjaga keseimbangan antara bekerja dengan kehidupan pribadi itu sangat penting untuk mencapai kesejahteraan psikologis. Kalau secara psikologis kita sudah sehat, maka fisik kita pun akan sehat,” jelasnya.
Selain kesehatan fisik dan psikologis, Agus juga mengingatkan pentingnya memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Menurutnya, terdapat tiga hal sederhana yang perlu diperhatikan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, yakni bergerak, minum, dan berbicara.
“Hidup itu ada tiga. Yang pertama adalah gerak, jangan sampai kita tidak bergerak. Kalau kita tidak bergerak maka kita akan cenderung mudah sakit,” ujarnya.
“Kedua adalah minum. Jangan lupa minum itu lebih penting daripada makan, karena tubuh kita ini 75 persen terdiri dari air. Kalau kita kurang minum, otomatis metabolisme tubuh kita akan terganggu dan efeknya akan bermacam-macam,” lanjutnya.
Sedangkan yang ketiga, kata Agus, adalah berbicara. Menurutnya, aktivitas berbicara dapat menjadi bagian dari interaksi sosial dan aktivitas pernapasan.
“Yang ketiga adalah berbicara, karena berbicara itu juga akan memasok oksigen ke dalam tubuh kita. Orang yang hanya diam saja jarang berbicara, itu akan cepat mati, karena tidak ada oksigen yang masuk. Maka kita juga harus sering berbicara, berdiskusi, mengaji, menyanyi atau apa pun yang bisa dilakukan untuk bisa berbicara,” imbuh dokter ahli paliatif RSUD Dr. Soetomo Surabaya tersebut.
Melalui kegiatan tersebut, PCM Ponorogo Kota, PCA Ponorogo Kota dan Masjid Baitul Mukhlisin tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan kesehatan fisik, psikologis, sosial dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Editor : Redaksi