KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Unand Gelar Pemulihan Psikososial Anak Terdampak Banjir Bandang di Lambung Bukik

Reporter : Ida Djumila

Oleh: Faiza Aslamah, Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Universitas Andalas)

Bencana banjir bandang yang terjadi pada November 2025 lalu di sejumlah wilayah Kecamatan Pauh, Kota Padang, tidak hanya meninggalkan dampak fisik berupa kerusakan lingkungan dan hunian warga, tetapi juga menyisakan luka psikologis, terutama bagi anak-anak. Kelompok usia ini menjadi salah satu pihak paling rentan mengalami trauma akibat peristiwa bencana banjir, mulai dari rasa takut berlebihan, kecemasan, hingga perubahan perilaku dalam aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, upaya pemulihan pascabencana tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh aspek mental dan emosional masyarakat.

Baca juga: KKN Unand Kapalo Koto 7 Ikut Verifikasi Ulang 555 Rumah Terdampak Banjir Bandang di Kecamatan Koto Tangah

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Universitas Andalas yang berkolaborasi dengan mahasiswa KKN Kapalo Koto 8, menyelenggarakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak banjir bandang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari 2026, bertempat di SDN 10 Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat. Terdapat sekitar 100 anak, yang sebagian besar didampingi langsung oleh orang tua masing-masing, turut berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai upaya bersama untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak pascabencana.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan briefing antar panitia sebagai langkah awal persiapan teknis. Briefing ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman terkait alur kegiatan, pembagian tugas, serta penguatan aspek keselamatan mengingat jumlah peserta yang cukup banyak dan mayoritas merupakan anak-anak. Setelah seluruh panitia dinyatakan siap, kegiatan dibuka secara resmi oleh MC di hadapan peserta dan para orang tua yang hadir mendampingi.

Acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Kepala Kelompok Siaga Bencana (KSB) Lambung Bukik, Syafli. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa meskipun masyarakat masih berada dalam suasana duka akibat bencana, anak-anak tetap membutuhkan ruang untuk bermain, belajar, dan mengekspresikan diri. Menurutnya, kegiatan trauma healing menjadi salah satu langkah penting untuk membantu anak-anak bangkit secara perlahan dari pengalaman traumatis.

“Walaupun kita sedang berduka, marilah kita bangkit bersama melalui kegiatan trauma healing ini. Mudah-mudahan acara ini dapat berjalan dengan aman, terkendali, dan memberikan manfaat bagi anak-anak kita,” ujar Syafli di hadapan peserta dan panitia.

Memasuki sesi utama kegiatan, anak-anak dibagi ke dalam 10 kelompok, masing-masing terdiri atas 10 orang anak. Setiap kelompok didampingi oleh empat orang panitia yang bertugas membimbing, mengawasi, serta memastikan anak-anak merasa nyaman selama mengikuti kegiatan. Pembagian kelompok ini dilakukan agar pendampingan dapat berjalan lebih efektif dan interaksi antara panitia dan peserta menjadi lebih intensif.

Dari sepuluh kelompok tersebut, lima kelompok mengikuti kegiatan ecoprint, sementara lima kelompok lainnya melaksanakan kegiatan mewarnai gambar. Sebagian besar bahan dan perlengkapan kegiatan disediakan oleh panitia, mulai dari daun-daunan, bunga, kain putih, plastik, batu, hingga alat pendukung lainnya, sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan tanpa kendala.

Kegiatan ecoprint menjadi salah satu aktivitas yang paling menarik perhatian anak-anak. Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada teknik mencetak motif alami dengan memanfaatkan pigmen warna dari tumbuhan ke atas kain. Proses ecoprint dimulai dengan menyusun daun dan bunga di atas kain putih sesuai dengan kreativitas masing-masing anak. Setelah itu, kain dilipat dan ditutupi plastik agar susunan tidak bergeser, kemudian dipukul menggunakan batu sehingga warna alami dari tumbuhan berpindah ke permukaan kain.

Baca juga: Turun Langsung ke Lapangan, Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand Data Korban Banjir di Koto Panjang

Ketika kain dibuka, anak-anak tampak antusias melihat hasil karya mereka yang beragam dan unik. Setiap motif yang tercetak memiliki bentuk dan warna yang berbeda, mencerminkan imajinasi serta kreativitas masing-masing peserta. Selain melatih kreativitas, kegiatan ecoprint juga memberikan efek terapeutik yang membantu anak-anak merasa lebih tenang, fokus, dan rileks selama proses berlangsung.

Sementara itu, kelompok lain mengikuti kegiatan mewarnai gambar yang telah disiapkan oleh panitia. Aktivitas ini dirancang sebagai media ekspresi bagi anak-anak untuk menyalurkan emosi melalui warna dan bentuk. Anak-anak diberikan kebebasan dalam memilih warna serta mengembangkan imajinasi mereka, tanpa adanya tekanan atau penilaian tertentu. Panitia turut berinteraksi secara aktif dengan anak-anak, menciptakan suasana yang hangat, ramah, dan penuh empati.

Keceriaan semakin terasa saat kegiatan memasuki sesi ice breaking. Anak-anak diajak mengikuti permainan balon berantai, di mana mereka harus berjalan beriringan dengan balon yang ditempatkan di antara tubuh masing-masing peserta. Permainan ini dilakukan dengan aturan tidak boleh memegang balon dan tidak boleh terlepas dari teman di depannya, sambil diiringi alunan musik. Gelak tawa, sorakan, dan ekspresi bahagia anak-anak pun memenuhi area sekolah, menciptakan suasana kebersamaan yang penuh keceriaan.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para orang tua yang hadir mendampingi anak-anak mereka. Salah seorang warga, Supik (61), mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan trauma healing tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu anak-anak yang sempat mengalami ketakutan dan kecemasan pascabencana.

Antusiasme juga datang langsung dari para peserta kegiatan. Kayla, siswi kelas 4 sekolah dasar, mengaku sangat senang mengikuti seluruh rangkaian acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN. Ia merasa bahagia karena dapat berkreasi menggunakan daun dan bermain bersama teman-temannya.

Baca juga: Kolaborasi Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 dan Puskesmas Pauh Gelar Cek Kesehatan Terpadu di Batu Busuak

“Kegiatannya seru. Aku bisa bikin gambar dari daun dan main balon sama teman-teman. Sekarang rasanya jadi lebih senang dan tidak takut lagi,” ungkap Kayla dengan wajah ceria.

Melalui kegiatan trauma healing yang dikemas secara kreatif, edukatif, dan partisipatif, mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Universitas Andalas berupaya memberikan kontribusi nyata dalam proses pemulihan psikologis anak-anak pascabencana banjir bandang. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri, membangun kembali rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat untuk bangkit.

Pendekatan yang melibatkan seni, permainan, serta pendampingan langsung dari panitia dan orang tua terbukti mampu menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan. Kehadiran mahasiswa KKN di tengah masyarakat terdampak bencana menjadi bukti peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan dan mitra masyarakat dalam situasi krisis.

Melalui program kerja trauma healing ini, diupayakan agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak, sehingga proses pemulihan psikologis anak-anak pascabencana dapat berjalan optimal. Dengan dukungan bersama, anak-anak Lambung Bukik diharapkan mampu kembali menjalani hari-hari mereka dengan senyum, keberanian, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.(*)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru