Menu MBG Disorot, Paket Donat dan Susu Dinilai Tak Penuhi Standar Gizi Anak
SAMPANG, Beritaplus.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang kembali menjadi sorotan publik
Paket makanan yang dibagikan kepada peserta didik dinilai jauh dari standar gizi seimbang, lantaran hanya berisi satu kotak susu, satu buah jeruk, dan sebuah donat yang dikemas dalam wadah mika transparan.
Temuan tersebut memunculkan kekhawatiran serius mengenai kualitas dan pengawasan program yang seharusnya menjadi instrumen peningkatan gizi dan kesehatan anak sekolah.
Alih-alih menyediakan makanan bergizi lengkap, paket yang diterima siswa justru menyerupai makanan selingan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tidak ditemukan menu makanan pokok, lauk berprotein hewani maupun nabati, serta sayuran yang menjadi unsur utama dalam asupan gizi seimbang. Padahal, Program MBG dirancang untuk mendukung pertumbuhan, daya tahan tubuh, serta konsentrasi belajar anak.
Sejumlah tenaga pendidik dan orang tua murid menyayangkan kondisi tersebut. Mereka menilai distribusi MBG pada hari Sabtu tidak semestinya dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas menu.
“Program ini bukan sekadar membagi makanan, tapi memastikan anak mendapat gizi yang cukup. Kalau isinya hanya donat, susu, dan jeruk, maka tujuan program patut dipertanyakan,” ujar seorang guru yang enggan disebutkan identitasnya.
Selain menu, kemasan mika yang digunakan juga menuai kritik. Pengemasan sederhana itu dinilai mencerminkan lemahnya perencanaan dan minimnya pengawasan.
Masyarakat pun mempertanyakan akuntabilitas penggunaan anggaran dalam program MBG yang bernilai miliaran rupiah.
Paket MBG tersebut diduga didistribusikan oleh Yayasan Sakera Muda Pangan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola dapur MBG yayasan tersebut belum memberikan klarifikasi.
Kepala Dapur MBG Yayasan Sakera Muda Pangan Uswatun yang dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, belum memberikan tanggapan.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah serta Satuan Tugas MBG untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada penyedia yang terbukti tidak mematuhi ketentuan standar gizi yang telah ditetapkan.
Editor : Redaksi